Menunggu Sholat

Waktu menunjukkan pukul 17.35 sore, sirene jam pulang sudah berbunyi setengah jam yang lalu. Satu-satu teman keluar untuk pulang. Aku masih di sini, ngapain? Ini…sedang posting tulisan yang nggak tentu arah topiknya :).

Nunggu adzan maghrib sih sebenarnya. Suasana kantor masih hangat sih. Meja teman kerjaku di ruangan sebelah masih memutar winamp dengan track list lagu2 pribumi. Kebetulan yang sedang diputar lagunya Andra n the bone, jalanku bukan jalanmu (kalo ngga salah) :p.

Kalo pekerjaan sudah saya tutup tadi pas bel bunyi –sekalinya kerjaan cepat2 ditutup– dari pagi saya sedang input koreksi layout buku “AGAR PARA MALAIKAT BERDOA UNTUKMU”. Sambil kerja saya coba baca2 isinya, bagus ternyata. Banyak sekali hadits shahih yang disampaikan di buku ini.

Ini di antaranya:

Diriwayatkan oleh Imam muslim dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Dalam perjalanannya, Allah Swt. mengutus seorang malaikat untuk mengawasinya. Ketika lelaki itu sampai kepadanya, malaikat itu berkata, ”Ke manakah engkau akan pergi?”

Lelaki itu menjawab, ”Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.” Malaikat itu bertanya lagi, ”Apakah engkau punya kepentingan dari kenikmatan di desa ini?” Lelaki itu menjawab, ”Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Kemudian, malaikat itu berkata, ”Sesungguhnya, aku adalah utus­an Allah Swt. yang diutus kepadamu untuk mengatakan bahwa Allah juga mencintaimu sebagaimana kamu mencintai-Nya.”

Ibnu Abi Dunya meriwayatkan pula suatu kisah dari Al Hasan tentang sahabat Anshar, Abu Muallaq, yang berprofesi sebagai pedagang. Selain menjalankan modalnya sendiri, Abu Mu’allaq juga mendapatkan modal dari orang lain.

Dia adalah pekerja keras, ahli ibadah, dan terjauh dari segala perbuatan haram (wara’). Pada saat dia berkeliling menjual dagangannya, tiba-tiba sekawanan perampok menghentikan langkahnya. “Letakkan bawaanmu atau aku akan membunuhmu!” bentak perampok itu. Abu Mu’allaq menjawab, “Apakah yang engkau inginkan dari kematianku? Jika harta, ambillah seluruhnya.” “Hartamu itu untukku dan aku tidak menginginkan apa-apa kecuali darahmu!” gertak sang perampok. Abu Mu’allaq kembali menjawab, “Jika engkau menolak, berikan kesempatan kepadaku untuk melakukan shalat empat rakaat.” Penjahat itu pun menyetujui, “Silakan sesukamu.” Abu Mu’allaq segera mengambil air wudu lalu shalat empat rakaat. Pada sujudnya yang terakhir dia berdoa, “Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang; ya Allah yang memiliki mahligai yang mulia; wahai Yang Bisa Berbuat apa saja yang dikehendaki, hamba memohon kepada-Mu atas kemuliaan-Mu yang tiada bisa dipisahkan, dengan kerajaan-Mu yang tidak bisa dikurangi, dan dengan cahaya-Mu yang menerangi segala singgasana-Mu, lindungi hamba dari perampok ini. Ya Allah yang Maha Penolong, tolonglah hamba.”

Doa tersebut dibaca tiga kali. Tiba-tiba, seorang penunggang kuda datang. Di tangannya ada sebuah senjata yang diletakkan di antara kedua telinga kuda tersebut. Dia melihat perampok tersebut dan menusuknya hingga mati. Kemudian, penunggang kuda itu mendekati si pedagang seraya berkata, “Bangunlah!”
Abu Mu’allaq bertanya, “Siapakah Anda?” “Saya malaikat penghuni langit keempat. Engkau telah berdoa dengan doamu yang pertama dan aku mendengar di pintu-pintu langit suatu bunyi. Lalu, engkau berdoa untuk kedua kalinya, maka aku mendengar derap langkah penghuni langit. Lalu, engkau berdoa ketiga kalinya, maka dikatakan kepadaku, ’Doa itu dari orang yang ada dalam keadaan bahaya.’ Aku meminta kepada Allah agar Dia mengutusku membunuh perampok itu.” ♦

Iklan

Tentang bf

blogaforeva, maksudnya nge-blog terus jangan pernah bosan. Seperti memiliki istri, punya blog lebih dari satu :mrgreen: What?! ©2011
Pos ini dipublikasikan di inspirasi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Menunggu Sholat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s