Owl City

Belakangan ini, saya sering mendengarkan lagu di radio2, beberapa stesyen yang saya coba dengarkan  –karena saya pindah2 gelombangnya– terdengar musik kadang ada new wave-nya, ada hip-hop-nya dengan cara bernyanyi a la Tom Delonge. Batin saya berkata, “Ini siapa?” Saya merasa takjub (cieee… 🙂 ) sebab radio2 tidak memutar lagu yang sama tapi suara khasnya sama! Berarti grup ini mempunyai lagu hits lebih dari satu serempak jadi favorit pendengar. Itu analisa saya. Penasaran gue…

Suatu kali saya coba memutar list mp3 yang ada dihenpun. Pas saya klik satu list dengan penamaan artist unknown, “Hloh…iiinikan penyanyi yang bikin gua penasaran???!!! Lantas, saya coba telusuri track list-nya. Aha! ternyata judul lagunya The Technicolor Phase miliknya Owl City, dari “Almost Alice” , album soundtrack-nya Alice in Wonderland. Siapa sih dia, ya?

Akhirnya, saya coba googling

Nama band-nya Owl City, digawangi hanya oleh satu orang, Young Adam, berusia 23 tahun, menderita insomnia dan gangguan tidur.

Pernah suatu saat menulis lagu di ruang bawah tanah rumah yang dikelilingi lahan pertanian orang tuanya di Minnesota, tempat yang jauh dari keramaian kota. Judul lagunya Fireflies, menjadi lagu nomor satu di Inggris, Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

“Aku punya sedikit masalah dengan tidur. Anehnya, itulah momentum yang tepat menemukan inspirasi.”

Menurut artikel yang saya baca, dia tidak benar-benar serius membuat lagu Fireflies. Hanya menghabiskan malam di basement, sambil tidur2an. Tidak menyangka akan menjadi hit seperti sekarang. Sebab menurutnya, “Itu hanya lagu yang mengalir begitu saja, natural namun susah dijelaskan…”

Dia merasa berhutang budi dengan apa yang telah dilakukan media internet dan myspace. Lebih dari 10 juta orang sudah mendengarkan lagu Fireflies sebelum akhirnya kalah menjadi No.1 oleh lagu Everybody Hurts versi untuk bantuan Haiti.

“Melihat ke belakang, internet dan MySpace sangat membantu melakukan banyak hal untuk saya dalam hal promosi.”

Baginya, membuat musik seperti mimpi, apakah mungkin terjangkau dan hampir putus asa saat hilangnya kreatifitas. Namun, karena semangat pantang menyerah bisa membuatnya sukses.

Bekerja sama dengan sutradara Tim Burton untuk mengisi soundtrack film Alice in Wonderland, telah membuatnya berhasil keluar dari Minnesota.[]

Iklan

Tentang bf

blogaforeva, maksudnya nge-blog terus jangan pernah bosan. Seperti memiliki istri, punya blog lebih dari satu :mrgreen: What?! ©2011
Pos ini dipublikasikan di musik dan film. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s