MENGAPA MANUSIA MEMBUTUHKAN KARAKTER?

Bila ditelusuri asal kata dari kata Latin “kharakter”, “kharassein”, dan “kharax”, dalam bahasa Inggris :character dan Indonesia “karakter”, Yunani character,dari charassein yang berarti membuat tajam, membuat dalam. Dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain. Nama dari jumlah seluruh ciri pribadi yang meliputi hal-hal seperti perilaku, kebiasaan, kesukaan, ketidak sukaan, kemampuan, kecenderungan, potensi, nilai-nilai, dan pola-pola pemikiran.

Istilah kepribadian dan karakter atau watak sering digunakan secara bertukar – tukar, namun Allport menunjukkan kata watak menunjukkan arti normatif, serta mengatakan bahwa watak adalah pengertian ethis dan menyatakan bahwa Character is personality evaluated, and personality is character devaluated (watak adalah kepribadian dinilai, dan kepribadian adalah watak yang tak dinilai). Karakter adalah watak, sifat atau hal-hal yang memang sangat mendasar yang ada pada diri seseorang. Hal-hal yang sangat abstrak yang ada pada diri seseorang. Sering orang menyebutnya dengan tabiat atau perangai.

Apapun sebutannya karakter ini adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatannya. Banyak yang memandang atau mengartikannya identik dengan kepribadian. Karakter ini lebih sempit dari kepribadian dan hanya merupakan salah satu aspek kepribadian sebagaimana juga temperament. Watak dan karakter berkenaan dengan kecenderungan penilaian tingkah laku individu berdasarkan standar-standar moral dan etika. Sikap dan tingkah laku seorang individu dinilai oleh masyarakat sekitarnya sebagai sikap dan tingkah laku yang diinginkan atau ditolak, dipuji atau dicela, baik ataupun jahat.

Dengan mengetahui adanya karakter (watak, sifat, tabiat ataupun perangai) seseorang dapat memperkirakan reaksi-reaksi dirinya terhadap berbagai fenomena yang muncul dalam diri ataupun hubungannya dengan orang lain, dalam berbagai keadaan serta bagaimana mengendalikannya. Karakter dapat ditemukan dalam sikap-sikap seseorang, terhadap dirinya, terhadap orang lain, terhadap tugas- tugas yang dipercayakan padanya dan dalam situasi-situasi yang lainnya.

Bagaimana seseorang membangun karakternya ? Apakah karakter itu sifat asli yang ada dalam diri kita ? Apakah karakter ini berasal dari keturunan ? Atau, sebenarnya, karakter itu dibangun sendiri oleh orang yang bersangkutan lewat inter aksinya dengan lingkungan tempat dia tumbuh dan berkembang? …..diselesaikan dengan tulisan berikutnya. Semoga Manfaat! [S.A.T.U Consulting]

Sumber:
Lorens Bagus (2002). Kamus Filsafat ; Agus Suyanto dkk (1980). Psikologi Kepribadian; Nana Syaodih Sukmadinata & Moh Surya, Pengantar Psychologi.

Iklan

Tentang bf

blogaforeva, maksudnya nge-blog terus jangan pernah bosan. Seperti memiliki istri, punya blog lebih dari satu :mrgreen: What?! ©2011
Pos ini dipublikasikan di Wawasan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke MENGAPA MANUSIA MEMBUTUHKAN KARAKTER?

  1. delia4ever berkata:

    Character is both nurture and nature.. 🙂
    itu menurut lia..
    namun yang paling besar adalah seperti artikel diatas.. karakter itu bisa dibangun

    🙂

    salam kenal ……Blognya sudah terpasang di link lia.. makasih ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s