Kehidupan di Cina: “Kuku Terakhir” di Beijing

Sementara para tetangganya mulai bosan dan luntur semangat mempertahankan tempat tinggalnya, Zhang Changfu dan adiknya tetap semangat dalam mempertahankan rumah tinggalnya. Bertempat tinggal di distrik Chaoyang di pusat kota Beijing. Bahkan, gedung-gedung pencakar langit telah ‘mengepung’ tempat tinggal mereka. Sehingga saat ini tempat tinggal mereka dikenal dengan sebutan “The Last Nail” atau “Kuku Terakhir”.

Pada tahun 2003, Zhang menolak penandatanganan perjanjian pembongkaran dengan kompensasi dari pihak pengembang pembangunan apartemen. Pengembang menawarkan 450.000 yuan untuk masing-masing saudara Zhang sebagai kompensasi rumah mereka. Kini tujuh tahun sudah berlalu, kondisinya masih bersikukuh dengan sikapnya, tindakan Zhang telah menarik banyak perhatian media. Beberapa netizens telah menjulukinya sebagai “kuku terakhir” dari Beijing.

Zhang mengatakan bahwa ia dan keluarganya bersedia pindah, tapi hanya jika mereka mencapai kompensasi yang adil dari pengembang real estat, yang mengatakan akan menjadi sekitar 6 juta yuan untuk plot 150 meter persegi.

The Last Nail in BeijingZhang’s house is located in the Taiyang Gong area in Chaoyang District, between the North 2nd Ring Road and North 3rd Ring Road. Housing prices in that area have skyrocketed in recent years. /By Li Mo, Caixin |
Photo Credit:
english.caing.com

The Last Nail in BeijingMost of Zhang’s neighbors moved to high-rise buildings after receiving compensation from the developer. /By Li Mo, Caixin |
Photo Credit:
english.caing.com

The Last Nail in BeijingZhang’s wife said that staying has also brought difficulty and pressure for the family over the years. /By Li Mo, Caixin|
Photo Credit:
english.caing.com

The Last Nail in BeijingZhang’s wife watches the CCTV program on their story. /By Li Mo, Caixin |
Photo Credit:english.caing.com

Rupanya, permasalahan ketidakadilan ada dimana-mana …[]

Iklan

Tentang bf

blogaforeva, maksudnya nge-blog terus jangan pernah bosan. Seperti memiliki istri, punya blog lebih dari satu :mrgreen: What?! ©2011
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized, Wawasan dan tag , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Kehidupan di Cina: “Kuku Terakhir” di Beijing

  1. anang nurcahyo berkata:

    seluruh dunia jg pasti ada yg kyak gini. cuma kyknya di indonesia pling parah..

  2. sedjatee berkata:

    ketidakadilan ada dimana-mana
    menunjukkan bahwa manusia berpotensi menjadi zalim
    nice info Kang.. salam sukses..

    sedj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s