Safety Riding… Aman Berkendara… Mari Kita Laksanakan

Sepeda Motor Dominasi Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ibu Kota
Kecelakaan di jalan raya berawal dari kurangnya kedisiplinan pengendara sepeda motor dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Sehingga pengendara sepeda motor masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas di ibu kota. Setiap hari tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jakarta. 75% adalah pengendara sepeda motor. Pelanggaran yang dilakukan pengendara motor antara lain, tidak menggunakan helm standar SNI, menyerobot lampu merah, berkendara secara zig-zag, masuk jalur busway, melawan arus, berboncengan lebih dari dua orang atau tidak membawa SIM.


Cukup kiranya prolog di atas kita jadikan sebagai gambaran untuk memetik pelajaran pentingnya ‘aman berkendaraan’ atau safety riding. Penulis sendiri adalah pengguna kendaraan roda dua kelas bebek. Dan sangat merasa penting untuk mendapatkan ‘siraman sosialisasi’ berkaitan dengan safety riding.

Apabila kita rajin ‘berselancar’ di internet –nggak  pake helm juga gpp :D— sangat dipastikan menemukan banyak sekali pengertian safety riding dengan mudah. Karena hal ini sudah jauh-jauh hari didengungkan. Adapun masih saja terjadi banyak kecelakaan itu faktor lain. Ini mengindikasikan ‘miskinnya’ pemahaman masyarakat akan hal keselamatan berkendaraan. Seperti berikut adalah konsep aman berkendaraan yang digagas oleh sebuah klub motor.

“Karena jumlah pengendara sepeda motor memang jauh lebih banyak dibanding moda transportasi lain,jumlahnya hampir 75 persen. Jumlah pelanggarannya juga paling tinggi ” ~Kombes Royke Lumowa

Safety Riding adalah teknik berkendara yang aman dan nyaman baik bagi pengendara itu sendiri maupun terhadap pengendara lain.
Komponen-komponen penting Safety Riding adalah sebagai berikut:
1)     Kelengkapan kendaraan bermotor standar.
2)     Kaca spion wajib ada 2 buah di kiri dan kanan.
3)     Lampu depan, lampu rem, riting kiri-kanan, klakson yang berfungsi.
4)     STNK dan SIM selalu siap / tidak expired.
5)     Plat Nomor depan belakang
6)     Memakai perlengkapan Safety Riding yang relatif paling aman apabila tanpa disengaja terjebak dalam situasi terburuk / kecelakaan:

  • Helmet. full face or half face. Hindari helm cebok.
  • Sarung tangan.
  • Jaket.
  • Sepatu tertutup. Menutup tumit. Bukan sepatu sandal, apalagi sandal jepit.
  • Knee protector (pelindung lutut), elbow protector (pelindung lengan/siku).
  • Rompi pelindung dada.
  • Penutup hidung.
  • Mematuhi peraturan lalu lintas. Paham rambu-rambu lalu lintas.
  • Hindari kebut-kebutan. Selalu sabar dan sopan dalam berkendaraan. Jangan mudah terpancing oleh pemakai jalan lain apalagi sampai arogan.
  • Saling pengertian sesama pengendara/pemakai jalan bahwa jalan raya digunakan untuk bersama.
  • Hindari tingkah laku yang tidak sopan, seperti membunyikan klakson yang berlebihan.
  • Jangan mengenakan aksesoris pada kendaraan yang dapat menimbulkan gangguan terhadap orang lain, seperti klakson kebo/anjing yang mengagetkan, sirine yang memekakan telinga.
  • Idealnya memang seperti yang tersebut di atas. Namun, terkadang kita terkendala dengan berbagai hal. Kalkulasikan saja berapa biaya yang harus dikeluarkan bila semua hal di atas kita realisasikan? Komponen materil yang tidak kecil biayanya…Ya kalau hanya helm berlisensi SNI ‘everybody does’ la ya…Tapi, di luar itu semua kita bisa cermati bersama, banyak pula komponen-komponen yang sifatnya moril –disebutkan di atas– dapat kita aplikasikan dengan mudah dan murah.

    Berikut pendapat masyarakat: APA dan BAGAIMANA SAFETY RIDING di mata Anda?

    Safety riding….yaitu berkendaraan sesuai dengan kemampuan dan kondisi badan yang sehat. Mentaati segala peraturan baik peraturan yang dicanangkan pabrikasi kendaraan yang digunakan maupun peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintahan di tempat kita berkendara. Menjaga dan berhati hati atas segala bentuk keamanan baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar berupa kesehatan dan nyawa diri, penumpang dan makhluk lainnya, udara di sekitar, serta kenyamanan bagi lingkungan publik dalam hal ini kepadatan jalan raya sekitar yang dilalui. (Yuniarti, Sekretaris)

    Safety riding berarti aman berkendaraan prakteknya dengan menjaga jarak aman di jalan. Dan bertanggung jawab pada diri dan orang lain. Bila berboncengan, perhatikan reaksi yang dibonceng, bila perlu tanyakan apa kurang kebut atau terlalu hati hati? Hehehe… Maksud saya, peduli sama yang dibonceng…. Kan kasihan apalagi kalau itu anak kecil. Bila terpaksa harus membonceng lebih dari 1 orang, perhatikan kemampuan diri dan kendaraan juga keselamatan, selama mampu menjaga saya kira itu adalah hal yang wajar…. walau melanggar aturan 😛 Bila anak yg di depan tidur, usahakan menepi. Hindari pandangan dan kendali kemudi dari gangguan, bila hendak berbelok di jalan yang ramai, ulurkan tangan, karena kadang yang di belakang terlalu dekat hingga kurang memperhatikan lampu sen. Hindari mengunakan sendal jepit terutama bocah, bila kurang beruntung sendal lepas dan anda harus berputar arah yg berakibat pada diri dan pengendara lain…harus lebih bijak… Ingat, How to ride not how to pride (Kang obe, IT Security)

    Safety riding itu knows how to drive/ride, knows the rule, mengerti aturan lau lintas di jalan raya, dibuat untuk keamanan, tertib di jalan. Hanya saja di indonesia mostly- mungkin termasuk saya- belum bisa menjadi pengendara yang baik. Ketika seseorangg sudah naik di atas kendaraannya dia harus sudah siap konsenstrasi menghadapi jalan. (Deasy Suhartini, IRT)

    Safety Riding (SR) adalah sangat baik dan bermanfaat bagi semua pihak. Kalau caranya, ya tinggal mengikuti seluruh aturan lalu lintas. Di negara kita, SR-nya masih tergantung mata polisi bukan tergantung matahati pengendara. Padahal yang paling berkepentingan dengan nyawa pengendara, ya pengendara itu sendiri …(Syarif Niskala, Penulis)

    Saya pribadi berpendapat, berdasarkan pengalaman di lapangan. Perlu juga faktor pendukung, pihak jasa marga, kepolisian, pengguna kendaraan saling dukung satu sama lain. Periksa jalanan apakah sudah memenuhi standar? Jangan sampai kita sudah mengenakan kelengkapan maksimal, lantas menggunakan helm ber-SNI namun jalanan layaknya ‘ajang off road’ akhirnya menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

    Yang tidak kalah penting, pihak kepolisian dalam melaksanakan tugas semisal operasi rutin, tidak hanya menilang lalu memberikan surat tilang. Alangkah indahnya bila saat itu polisi pun memberikan ‘siraman sosialisasi’, semisal tips menghindari kecelakaan lalu lintas. Kesempatan emas, kapan lagi melaksanakan sosialisasi kalau bukan saat operasi rutin di jalan raya?

    Sekali lagi, yang paling penting adalah sumber daya manusia alias si pengendara itu sendiri…bila sejak awal sudah melek ‘AMAN BERKENDARA/SAFETY RIDING’ insya Allah selamat sampai tujuan. Safety riding… aman berkendaraan… mari kita laksanakan. []

    Iklan

    Tentang bf

    blogaforeva, maksudnya nge-blog terus jangan pernah bosan. Seperti memiliki istri, punya blog lebih dari satu :mrgreen: What?! ©2011
    Pos ini dipublikasikan di Wawasan dan tag , , , . Tandai permalink.

    51 Balasan ke Safety Riding… Aman Berkendara… Mari Kita Laksanakan

    1. didta7 berkata:

      hore !!! dapet BB

    2. aciid berkata:

      hkhkh
      ]kegirangan ya 😀

    3. Ping balik: partisipisan Sfride « earncashblog

    4. bayuputra berkata:

      mencegah lebih baik daripada mengobati .. hee ..
      salam kenal dari Kalimantan Tengah.

    5. Daun berkata:

      Aya dua gening blogna diklik jalmina sugan teh abus kanu pertama eeehh ternyata masuk kesini hehehe…:D

      Salam Kang Ade

    6. Ade Truna berkata:

      @bayu putra, anda pengendara motor roda 2 juga?

    7. Pendar Bintang berkata:

      Saya pengguna jalan tak beroda…hehehehhe

      Tapi saya juga punya cerita yang seru dan wajib ditiru d kota2 lain…

      seruuuh, Om….kalau dapat BB ntar gantian yah?!

      *kata si Om, enak aja!gue yg susah lo mau enaknya :D*

    8. Ade Truna berkata:

      pendar, hehe…doain ya. 😉

    9. auraman berkata:

      Wee, semoga menang ya mas… saya ikutan juga ah…

    10. Baby Dija berkata:

      ikutan kontes juga ya Om?

      Semoga menang yaa…..

    11. Ade Truna berkata:

      @auraman….makasih sdh singgah, mas ::iya nih lg cari pengalaman…::

    12. Ade Truna berkata:

      @auraman….makasih sdh singgah, mas ::iya nih lg cari pengalaman…::
      @Baby dija, amin…..makasih…. 🙂

    13. Aldy berkata:

      Safety riding hanya bisa dilaksanakan dengan baik, jika ada dukungan semua pihak seperti yang mas tulis.

    14. sedjatee berkata:

      sebuah gagasan yang luar biasa
      saatnya berkendara dengan nyaman dan aman
      keamanan dan kenyamanan adalah hak semua pemakai jalan
      salam sukses…

      sedj

    15. rodes berkata:

      sukses mas smg menang..kita dukung okey

    16. Rama berkata:

      Insya Allah saya selalu SAFETY RIDING….
      🙂

    17. Anas berkata:

      Selamat berkompetisi. Semoga menang ya!

    18. Kampung Perawan berkata:

      Bagus banget ni artikelnya buat diterapkan untuk para pengendara.

    19. Darin berkata:

      Sebenarnya kita semua sudah paham apa itu safety riding, cuma ngga tau kenapa semua jadi nguap saat sudah melaju di jalan raya… #mumet

    20. EM HALO. INI BUAT KONTES YA? PENDAFTARANNYA DI URL MANA YA?HE

      SALAM YA CAHYA NUGRAHA :p

    21. auraman berkata:

      Saya juga ada cerita jalan-jalan mas, tapi kayaknya gak ikut deh hehe

    22. kiraditya18 berkata:

      TERIMA KASIH INFONYA KANG

    23. mamah Aline berkata:

      kalo semua orang memahami dan menerapkan safety riding, pasti angka kecelakaan lalin bisa diminimalkan dari segi human error mas ade, sukses untuk kontesnya ya

    24. adetruna berkata:

      mamah aline, terima kasih support-nya!

    25. achoey el haris berkata:

      postingan yg lengkap
      moga kita bisa mempraktekan agar aman berkendara 🙂

    26. @helgaindra berkata:

      lengkap banget deh penjelasannya
      salut salut

    27. nchie berkata:

      setuju banget dengan yang di atas..
      safety riding sudah menjadi kebutuhan utama bagi pengendara,Yuk marii..
      asik nih BB,kalo menang gantian ya..hhe

      salam

      • Ade Truna berkata:

        hahaha… *saya hanya menjajal kemampuan membuat tulisan, susah banget ya mbak….effort-nya besar :sigh:….adapun menang, yaa alhamdulillah, amin 🙂

    28. dblogger berkata:

      Postingan anda menarik dan inspiratif. Terima kasih partisipasinya mengkampanyekan Safety Riding and Driving.
      Selamat postingan anda masuk 30 nominasi unggulan lomba ‘Blogger for Safety Riding”

    29. Ade Truna berkata:

      @dblogger, ok trim’s ya.:)

    30. r10 berkata:

      saya setuju dengan poin-poin diatas, kecuali masalah SIM/STNK, krn itu bukan bagian dari safety riding, tapi lebih ke bagian tertib lalu lintas 😀

      *safety riding kan juga bisa berarti berkendara ke “pedalaman” yg ga perlu bawa SIM/STNK karena ga ada polisi :mrgreen:

    31. Ade Truna berkata:

      @r10, haha bener juga ya…SIM/STNK basah tetep aja bisa jalanin SR. :mrgreen:

    32. melly berkata:

      selamat yah masuk nominasi 🙂

    33. Goda-Gado berkata:

      pertanyaan sy, apa jga bagian dr safety riding, menyalakan lampu di siang hari????

    34. web owners and bloggers made good content as you probably did, the net might be much more helpful than ever before.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s